Tadi saya dengar orang-orang yg ribut cari arang batok kelapa untuk panggang-memanggang daging halal di malam Tahun Baru. Dan, nanti, pas jam 12 malam di tanggal 31 Desember 2011, atau persis setelah detik pergantian tahun, maka akan berhamburanlah petasan dan kembang api ke atas langit yg tinggi. Begitu tradisi Tahun Baru. Suaranya memekakkan sekali pada saat pergantian tahun. Dar der dor... Dar der dor... Syuuutttt DORRR... Semuanya cinta sama Tuhan Yesus, hohoho
Dan, saya rasa, tradisi seperti itu bukan hanya di lingkungan tempat tinggal saya saja, Malahan di kota-kota lainnya juga. Ternyata, tanpa disadari, kita semua telah jadi orang kapir yg sempurna. Merayakan Tahun Baru artinya memperingati kelahiran Tuhan Yesus di Tahun 0 Masehi. Sekarang akan memasuki Tahun 2012 Masehi. Artinya, memperingati kelahiran Yesus yg ke 2012.
Dalam bahasa Inggris, Tahun Masehi dituliskan sebagai CE, artinya Christian Era. Era Kristen. Jadi, kita sekarang hidup di era Kristen. Masa Kristen. Sebelumnya masa jahilliyah.
Saya rasa Tahun Baru 1 Januari adalah satu-satunya hari raya yg diperingati merata di seluruh dunia, entah oleh berapa milyard orang. Ini hari raya universal yg pertama. Dalam sejarah umat manusia, belum pernah ada hari raya yg bisa mencapai status seperti ini. Dan kita sepatutnya bangga. Kita telah menjadi bagian dari masyarakat internasional.
Untuk anda yg belum tahu, Malam Tahun Baru dirayakan di seluruh gereja di satu dunia. Namanya kebaktian malam Tahun Baru. Aslinya memang hari raya keagamaan, dan masih sampai sekarang. Tahun Baru itu hari raya agama di Kristen. Tetapi sekarang telah diterima oleh semua orang sehingga banyak yg tidak tahu bahwa itu hari raya agama. Dan tentu saja tidak akan menjadi masalah. Tidak harus diributkan. Saya juga merayakan Tahun Baru, tanpa perlu merasa harus masuk gereja. Kalau saya mau, saya bisa ikut masuk gereja dan merayakan malam Tahun Baru secara agama. Kalau saya tidak mau, tidak ada yg memaksa. It's suka-suka.
Prinsipnya, gereja-gereja selalu terbuka bagi siapa saja yg mau ikut masuk. Anda tidak akan ditanya beragama apa. Setahu saya, gereja paling penuh di Malam Natal dan Malam Tahun Baru. Sampai harus pasang tenda dan mengadakan kebaktian berkali-kali karena, maklumlah, orang-orang yg biasanya hidup secara kapir, sekarang tiba-tiba sadar diri dan ingat untuk setor muka sama Tuhan Yesus supaya dikasih berkat agar bisa menyambung hidup satu tahun berikutnya.
Perayaan Tahun Baru Masehi atau Kristen secara merata di Indonesia merupakan gejala tak terbantahkan lagi bahwa Indonesia sudah masuk menjadi bagian dari dunia internasional. Masuk dalam sistem berpikir dan berperilaku di masyarakat beradab, walaupun masih jatuh bangun juga, dengan bilang haram jadah untuk yg satu, dan bilang tidak haram jadah untuk yg lain. Pedahal semuanya haram jadah, atau berasal dari kekristenan.
Kemunafikan tentu saja bisa diterima sampai taraf tertentu, asal tidak merugikan siapapun. Kemunafikan dengan cara merayakan Tahun Baru Kristen tentu saja termasuk kemunafikan yg tidak berbahaya, tidak merugikan siapapun. Patut diacungi jempol.
Di negara-negara beradab, bahkan semua orang merayakan Natal dan Tahun Baru. Aspek agamanya semua orang tahu, tapi diabaikan saja. Yg mau merayakan secara agama bisa. Yg mau merayakan secara sekuler juga bisa. Tidak ada yg perduli kalau Natal dan Tahun Baru aslinya, dan sampai sekarang, merupakan hari raya Kristen. Semua orang merayakannya. Tapi tidak semuanya masuk gereja.
*LR*

0 comments:
Post a Comment